Latar Belakang Sistem Resi Gudang

Juli 12, 2012 at 3:07 am Tinggalkan komentar

Perdagangan komoditi pertanian merupakan salah satu pilar yang strategis  bagi sektor perekonomian di Indonesia. Dengan pertambahan penduduk yang sekarang mencapai angka 240 juta jiwa, memaksa untuk diciptakannya ketahanan pangan secara signifikan.

Meski demikian, daya saing para petani dan pelaku usaha pertanian di Indonesia masih relatif lemah. Ketika memasuki masa tanam, seringkali mengalami kesulitan karena mengalami permasalahan terbatasnya sumber modal untuk pembelian bibit, pupuk, dan perawatan. Dimana saat musim panen, harga hasil komoditi cenderung turun yang menyebabkan tidak tercukupinya kebutuhan hidup para petani, terlebih lagi yang menjadi sumber modal untuk masa tanam berikutnya. Kondisi ini yang memaksa para petani menjual hasil panennya dengan harga murah.

Dalam konteks permasalahan seperti ini, Sistem Resi Gudang sangat dibutuhkan untuk memfasilitasi pemberian kredit bagi dunia usaha dengan agunan inventori atau barang yang disimpan digudang. Dengan kata lain para pelaku usaha pertanian dapat menunda jual hasil panennya dengan menyimpannya di gudang sambil menunggu harga komoditi kembali stabil. Dengan menyimpan hasil panen di gudang, penyimpan mendapatan dokumen bukti kepemilikan barang yang disimpan di gudang (Resi Gudang) yang bisa dijadikan agunan untuk kredit kepada perbankan, lembaga keuangan non-bank, ataupun investor melalui derivatif resi gudang.

Iklan

Entry filed under: Sistem Resi Gudang. Tags: , , , , .

Definisi Sistem Resi Gudang Combine Harvester (Mesin Pemotong Padi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Contact Person


%d blogger menyukai ini: